SWRO Untuk Pulau Terpencil

SWRO Untuk Pulau Terpencil

Masyarakat Pulau Mandangin kini sudah dapat menikmati air minum dan dapat mengkonsumsi langsung dari sambungan pipa rumah. Pasalnya, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Ditjen Cipta Karya telah membangun Instalasi Pengolahan Air Laut (IPAL) menjadi air minum di Pulau Mandangin, Sampang, Jawa Timur. Mengingat, selama ini, masyarakat menkonsumsi air hujan dan air laut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.  

Air merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Khususnya air bersih yang dapat memberikan rasa nyaman. Namun, bagi warga pulau Mandangin kecamatan Sampang, mulai hari ini (10/8) sudah dapat menikmati air bersih yang dapat langsung diminum. Demikian disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat meresmikan IPAL, Jumat (10/8) didampingi oleh Gubernur Jatim Soekarwo, Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono, Direktur Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya Dani Sutjiono, dan Bupati Sampang Noer Tjahja.

Program penyulingan air laut atau sea water reserve osmosis (SWRO) merupakan salah satu program percontohan nasional yang dicanangkan oleh kementerian PU. Program tersebut salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi kelangkaan air baku untuk penyediaan air minum, khususnya di daerah terpencil atau rawan sumber air baku.

“Program ini sebagai upaya untuk mengatasi kelangkaan ketersediaan air minum di daerah terpencil. Selama ini masyarakat di pulau keci termasuk masyarakat Pulau Mandangin bersusah payah mendapatkan pasokan air tawar dari daratan,” tambah Djoko Kirmanto.

Penyulingan air laut menjadi air tawar ini merupakan teknologi baru. Kini, sekitar 18.000 jiwa di Pulau Mandangin dapat menikmati air minum dengan tarif Rp 9.000 per kubik. Tarif tersebut jauh lebih murah dan mudah. Sebelumnya, masyarakat Pulau Kambing tersebut membeli air minum mencapai Rp 75.000 per kubik.

Instalasi pengolahan air dengan teknologi SWRO di Pulau Mandangin baru memproduksi air dengan kapasitas lima liter per detik dan bisa ditingkatkan menjadi 10 liter per detik, bergantung dari kebutuhan. Teknologi penyulingan air laut menjadi air minum di pulau seluas 4 km2 ini baru bisa dilaksanakan, setelah PLN mengoperasikan aliran listrik selama 24 jam pada 29 Mei 2012 lalu.

Proses teknologi pengelolaan air laut menjadi air minum sesuai dengan standar kualitas. Proses tersebut sangat sederhana dengan tahap penyulingan untuk menghilaangkan kadar garam atau keasinan air laut melewati substansi membran. Pada prinsipnya, proses penjernihan air dari sumber air laut termasuk air laut yakni Bio-chemical, aktivasi micro organisme, adsorption, sedimentasi dan straining. Proses akhir yakni melewatkan air laut murni melewati unit tapis halus yang disebut proses Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). 

PT. Tirtamakmur Wisesa Abadi (TWA) hadir untuk membantu kebutuhan air bersih di Indonesia, dengan proses Reverse Osmosis (RO), Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), atau desalinasi air laut yang akan mengubah air kotor, air laut, air payau, bau logam, berkerak, Asin menjadi air tawar dan air bersih. Silahkan hubungi nomor HP. 081337752620 atau nomor kantor pusat di Bali di Nomor 0361-4753988 untuk langsung berhubungan dan berdiskusi mengenai masalah air anda. Atau juga bisa melalui emai ke info@tiwa.co.id (tiwa.co.id)

Info harga filter air asin/payau