Saat hujan turun dan kita sedang berada di jalan, tidak sempat untuk menepi sehingga akhirnya hujan pun mengguyur tubuh. Terkadang hujan yang tidak sempat dihindari malah suka masuk ke dalam mulut dan terminum.
Banyak orang yang bilang jika air hujan tidak sama dengan air untuk konsumsi kita. Namun ada juga yang menganggapnya tidak layak minum. Agar lebih khatam soal air hujan, apakah bisa diminum atau tidak, lebih baik simak dulu penjelasan berikut ini.
2009 lalu, sebuah studi yang dilakukan oleh Monash University menyimpulkan jika ternyata air hujan cukup layak dikonsumsi tanpa harus dimasak. Studi ini melibatkan 300 rumah yang mengumpulkan air hujan dalam sebuah tanki dan dijadikan sumber air minum utama.
Kebanyakan air hujan memang mengandung asam namun kandungan pH di dalamnya hanya 5.6, dari interaksi antara air dan karbondioksida di udara. Ukuran pH sebesar ini belum dianggap berbahaya, masih normal. Sebagai gambaran, kopi yang diseduh memiliki pH sekitar 5. Jus jeruk memiliki pH mendekati 4. Air hujan berasam yang benar-benar tidak boleh dikonsumsi adalah yang jatuh dekat dengan gunung merapi yang aktif.
