BALI DAN BOM WAKTU KRISIS AIR BERSIH

BALI DAN BOM WAKTU KRISIS AIR BERSIH

saat ini Bali mengalami defisit air bersih dengan jumlah sangat besar. Menurut penelitian Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bali dan Nusa Tenggara, jumlah defisit air bersih di Bali mencapai hingga dua miliar meter kubik.

Masalah ketersediaan air bersih sama sekali tidak boleh dianggap sepele, karena ia dapat menjadi bom waktu yang siap meledak dan memicu lahirnya disrupsi dan konflik sosial dahsyat pada masa depan. Sebagaimana kita ketahui, salah satu problem nyata yang dihadapi kota-kota kita dewasa ini adalah terus membengkaknya kebutuhan air bersih seiring dengan kian bertambahnya jumlah penduduk kawasan perkotaan.

Sebagai salah satu unsur penopang penting kehidupan, air senantiasa kita perlukan. Pertanian merupakan sektor terbesar yang membutuhkan pasokan air. Hampir semua aktivitas pertanian memerlukan air. Karenanya, kelangkaan air akan berpengaruh besar terhadap sektor pertanian.

Sementara itu, air juga dibutuhkan dalam proses produksi berbagai jenis energi, mulai dari penambangan batu bara, produksi minyak dan gas hingga pembangkit tenaga listrik. Dengan demikian, tersedianya pasokan air yang memadai ikut pula menjamin pasokan energi masa depan.

Rata-rata setiap orang membutuhkan air bersih antara 20-50 liter setiap hari untuk berbagai keperluan, seperti untuk minum, mandi, memasak, mencuci pakaian dan sebagainya. Kendatipun planet Bumi yang kita huni ini sebagian besar terdiri dari air, hanya tiga persen saja yang berupa air tawar. Sisanya adalah air asin.

Kajian yang dilakukan oleh US Geological Survey menunjukkan lebih dari 68 persen air tawar tersimpan di kawasan glasier dan kawasan pegunungan es, 30 persen tersimpan di bawah tanah dan hanya 0,3 persen yang tersimpan di permukaan bumi seperti di danau, sungai, dan rawa-rawa.

Menurut National Security Agency (NSA), Amerika Serikat, sepuluh tahun mendatang, kelangkaan air bersih akan menjadi masalah yang kian pelik di banyak belahan dunia. Jika tidak ditangani secara sunguh-sungguh, kelangkaan air bersih ini pada gilirannya bakal menyebabkan turunnya produksi bahan-bahan makanan, mengganggu ketahanan energi, menurunkan pertumbuhan ekonomi, dan menimbulkan wabah sejumlah penyakit.

PT. Tirtamakmur Wisesa Abadi (TWA) hadir untuk membantu kebutuhan air bersih di Indonesia, dengan proses Reverse Osmosis (RO), Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), atau desalinasi air laut yang akan mengubah air kotor, air laut, air payau, bau logam, berkerak, Asin menjadi air tawar dan air bersih. Silahkan hubungi nomor HP. 081337752620 atau nomor kantor pusat di Bali di Nomor 0361-4753988 untuk langsung berhubungan dan berdiskusi mengenai masalah air anda. Atau juga bisa melalui emai ke info@tiwa.co.id (tiwa.co.id)

Sumber : Balipost.com