Air dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan. Minum air yang cukup setiap harinya dapat membantu mencegah dehidrasi dan membuang zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Di antara berbagai jenis air, air mineral dan distilasi adalah dua yang sangat popular.
Lalu apa perbedaan kedua jenis air tersebut? Dan pertanyaan yang tak kalah penting adalah pakah keduanya memberi manfaat yang sama? Ternyata, kedua jenis air tersebut tidak memberikan manfaat yang sama.
Air Mineral merupakan jenis air yang tak asing lagi di telinga Anda. Air mineral banyak dijual di swalayan dalam kemasan botol. Air ini sendiri juga memiliki perbedaan dengan air putih biasa.
Perbedaannya dengan air putih biasa terletak pada sumber mata air yang yang digunakan. Air mineral didapat dari sumber air kaya mineral atau biasanya dapat pula ditambahkan mineral yang cukup ke dalamnya.
Air mineral baik untuk dikonsumsi karena mengandung sejumlah mineral –seperti magnesium dan kalsium yang mencapai empat kali air biasa. Magnesium itu sendiri berperan untuk mencegah penyakit jantung dan gangguan saraf sedangkan kalsium bermanfaat untuk membentuk dan menjaga kesehatan tulang.
Sedangkan air distilasi atau yang lebih dikenal dengan sebutan air suling merupakan jenis air yang paling murni. Hal ini didapat dari proses perebusan air untuk menghasilkan uap dan mengambil embunnya yang kemudian disimpan dalam wadah bersih.
Pada proses ini kuman, mineral, dan elektrolit ikut terbuang. Itulah sebabnya air distilasi disebut air murni.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO), mengonsumsi air yang tidak mengandung mineral dapat meningkatkan risiko osteoporosis, hipertensi, serangan jantung dan hipptiroid. Selain itu hilangnya elektrolit dalam air dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
Oleh sebab itu, air distilasi sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jangka panjang. Air distilasi biasanya digunakan sebagai air aki dan air dalam setrika karena tidak mengandung mineral yang dapat merusak mesin. Air distilasi dapat ditemukan di pasaran dalam kemasan botol atau dibuat sendiri di rumah.
Setiap jenis air memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Penggunaan air mineral lebih bermanfaat untuk pencegahan penyakit jantung ketimbang air distilasi. Anda disarankan untuk mengonsumsi air minimal 8 gelas atau 2 liter per hari untuk menjaga kesehatan tubuh.
Sumber : Klikdokter.com
PT. Tirtamakmur Wisesa Abadi (TWA) hadir untuk membantu kebutuhan air bersih di Indonesia, dengan proses Reverse Osmosis (RO), Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), atau desalinasi air laut yang akan mengubah air kotor, air laut, air payau, bau logam, berkerak, Asin menjadi air tawar dan air bersih. Silahkan hubungi nomor HP. 081337752620 atau nomor kantor pusat di Bali di Nomor 0361-4753988 untuk langsung berhubungan dan berdiskusi mengenai masalah air anda. Atau juga bisa melalui emai ke info@tiwa.co.id (tiwa.co.id).
